Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada

Dekan: Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.K(K)
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan
dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D
Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya Manusia
Prof. dr. Suhardjo, S.U., Sp.M(K)
Wakil Dekan Bidang Riset, Pengembangan dan Pascasarjana
Prof. dr. Sofia Mubarika Harjana, M.Med.Sc., Ph.D.
Fakultas Kedokteran UGM mulai menerapkan kurikulum baru pendidikan dokter disesuaikan dengan kurikulum fakultas, dengan strategi pembelajaran PBL (belajar berdasar masalah).
Mulai tahun akademik 2003/2004, kurikulum terintegrasi (tersusun dalam 22 blok) dengan strategi PBL akan mulai diterapkan. Dengan sistem ini lama pendidikan dokter adalah 5 tahun. Satu tahun tambahan untuk internsbip di Rumah Sakit untuk mendapatkan lisensi praktek.
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2010 menjadi pusat unggulan tingkat dunia pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat meialui suatu proses yang efisien dan terintegrasi, didukung oleh sumberdaya manusia yang profesional dan bertanggung jawab, untuk menghasilkan dokter dan tenaga kesehatan yang berkualitas, mampu bersaing di era global, beretika dan humanis.
Tujuan pendidikan dokter di Indonesia ialah mendidik mahasiswa melalui proses belajar menyelesaikan suatu kurikulum, sehingga mempunyai cukup pengetahuan, ketrampilan dan sikap untuk:
- Melakukan profesi kedokteran dalam suatu sistem pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijaksanaan umum pemerintah yang berlandaskan Pancasila, mencakup :
- Mengenai, merumuskan dan menyusun peioritas masalah kesehatan masyarakat sekarang dan yang akan datang, serta berusaha dan bekerja untuk menyelesaikan masalah - masalah tersebut melalui perencanaan, implementasi, dan evaluasi program-program yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif
- Memecahkan masalah kesehatan penderita dengan menggunakan pengetahuan, ketrampilan, klinik dan laboratorium serta observasi dan pencatatan yang baik untuk mengidentifikasi, mendiagnosa, melakukan tindakan medik, melakukan usaha pencegahan, meminta konsultasi, mengerjakan usaha rehabilitasi masalah kesehatan penderita dengan berlandaskan etika kedokteran, serta meningkatkan aspek jasmani, rohani dan sosio budayanya.
- Memanfaatkan sebaik-baiknya sumber tenaga lainnya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat
- Bekerja selaku unsur pimpinan dalam suatu rim kesehatan
- Menyadari bahwa sistem pelayanan kesehatan yang baik adalah suatu faktor penting dalam ekosistem yang dapat meningkatkan kesehatan masyarakat
- Mendidik dan mengikutsertakan masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatannya.
- Senantiasa meningkatkan dan mengembangkan diri dalam segi ilmu kedokteran sesuai dengan bakatnya, dengan berpedoman pada pendidikan sepanjang hayat.
- Menilai kegiatan profesinya secara berkala, menyadari periunya menambah pendidikannya, memilih sumbersumber pendidikan yang sesuai serta menilai kemajuan yang telah tercapai secara kritis
- Mengembangkan ilmu kesehatan, khususnya ilmu kedokteran dengan ikut serta dalam pendidikan dan penelitian, serta mencari penyelesaian masalah kesehatan penderita, masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan/asuhan medis.
- Memelihara dan mengembangkan kepribadian dan sikap yang diperlukan untuk kelangsungan profesinya seperti int'egritas, rasa tanggung jawab, dapat dipercaya serta menaruh perhatian dan penghargaan terhadap sesama manusia, sesuai dengan etika kedokteran.
- Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif, dan bersikap terbuka, dapat menerima perubahan dan berorientasi ke masa depan serta mendidik dan mengajak masyarakat kearah sikap yang sama.
0 komentar:
Posting Komentar