sma -- masa transisi antara remaja dan , nga gampang tuh masa ini. orang tua harus memberikan perhatian lebih buat anak-anak mereka, kalo ngamau anak mereka masuk kejalan yang salah. nah maksud jalan yang salah disini tuh ya macem macem. contohnya
NARKOBA
lagi musim nih yang namanya narkoba, apasih narkoba ?
narkoba itu sebenarnya singkatan dari narkotika dan obat berbahaya. istilah ini sebenarnya semuanya mengacu pada sesuatu barang yang kalo kita pakai menyebabkan kita bergantung atau kecanduaan.sebenarnya narkoba itu digunakan untuk membius pasien yang sedang di operasi, tapi sekarang sudah disalah fungsikan oleh anak muda zaman sekarang.narkoba itu sudah jadi pelampiasaan buat anak anak galau zaman sekarang. mereka kira kalo kita pake narkoba masalah selesai ? hello-- nga ! masalah nga selese malah tambah banyak.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.
SEKS BEBAS
mungkin kurangnya pendidikan agama, orang tua yang broken home, atau kurangnya perhatian orang tua pada anak nya serta banyaknya godaan melakukan seks bebas adalah penyebab utama terjadinya seks bebas, cara menghindari seks bebas adalah dengan memperdalam agama, karna agama adalah tiang dari semua penyimpangan sosial agar tidak terjerumus ke dalamnya.
TAWURAN ANTAR PELAJAR
Dewasa ini, perkelahian antar pelajar malah menjadi sesuatu yang lazim dilakukan pelajar.mereka menganggap ini hal yang biasa saja. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, tawuran ini sering terjadi. Data di Jakarta misalnya (Bimmas
Polri Metro Jaya), tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan
menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat
lain. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri, dan tahun berikutnya korban
meningkat dengan 37 korban tewas. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat.
Bahkan sering tercatat dalam satu hari terdapat sampai tiga perkelahian di tiga tempat sekaligus.
Dampak perkelahian pelajar
Jelas bahwa perkelahian pelajar ini merugikan banyak pihak. Paling tidak ada empat kategori dampak negatif dari
perkelahian pelajar. Pertama, pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri jelas mengalami dampak negatif
pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas. Kedua, rusaknya fasilitas umum seperti bus, halte dan fasilitas
lainnya, serta fasilitas pribadi seperti kaca toko dan kendaraan. Ketiga, terganggunya proses belajar di sekolah. Terakhir,
mungkin adalah yang paling dikhawatirkan para pendidik, adalah berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi,
perdamaian dan nilai-nilai hidup orang lain. Para pelajar itu belajar bahwa kekerasan adalah cara yang paling efektif untuk
memecahkan masalah mereka, dan karenanya memilih untuk melakukan apa saja agar tujuannya tercapai. Akibat yang
terakhir ini jelas memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kelangsungan hidup bermasyarakat di Indonesia.
masi banyak godaan jadi anak sma yang memang belum bisa saya tuliskan semuannya. tengkyu :)
Rabu, 15 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar